Rindu Sekolah

Rindu Sekolah

Hari ini merupakan hari pertama dilaksanakannya sekolah tatap muka untuk tingkatan SMA di Kota Pontianak yang saat ini sudah berada dalam zona kuning penyebaran covid-19. Peninjauannya itu, dalam rangka memastikan pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah benar-benar diterapkan, baik oleh siswa maupun guru. PWMJATENG.COM, SOLO – Siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta rindu tatap muka guru residence Situs Bola Online visit menggantikan tatap muka di sekolah di tengah pandemi Covid-19.

Tujuannya untuk memperkenalkan kegiatan-kegiatan yang biasanya mereka lihat, nah disini anak-anak bisa sekaligus belajar mempraktikkan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid 19″ tuturnya. Karena mengajar dikelas bisa menciptakan komunikasi baik secara langsung antara guru dengan murid karena terjadinya komunikasi dua arah. Dan mengajar di kelas bisa membuat ikatan hubungan yang kuat antara guru dengan murid, karena guru bisa mengajar sekaligus bisa mendidik murid-muridnya. Sesuai konsep yang kini masih disusun Dinas Pendidikan, sebut walikota, nantinya orangtua atau wali murid akan mendampingi anak ke sekolah untuk menerima dan mengumpulkan pekerjaan rumah yang diberikan guru kelas.

Ketiga, sekolah yang dibuka akan membuat kebijakan yang berbeda dengan saat sebelum pandemi Covid-19. Jumlah siswa yang hadir dalam satu sesi kelas hanya boleh 50 persen. Sekolah juga diminta untuk memberlakukan rotasi atau shift untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Kegiatan belajar tatap muka diikuti oleh siswa kelas 4-6 SDN Kenari 08.

Sebenarnya pihak sekolah, orang tua, dan peserta didik sudah sangat merindukan belajar di sekolah, namun tetap khawatir peserta didik tidak bisa menjaga protokol kesehatan. Sehingga para orang tua harus berperan aktif saat proses belajar daring ini, dengan selalu dapat mendampingi anak-anaknya saat mengikuti pendidikan secara online itu. Kedua, orang tua tidak harus khawatir kalau sekolah itu tidak bisa memaksa anak itu untuk pergi ke sekolah bila orang tua lebih nyaman melanjutkan pembelajaran jarak jauh.

Mendikbudristek mengatakan, kebijakan PJJ membuat banyak orang tua menyadari pentingnya peran mereka dalam pendidikan anak. Kesadaran ini memaksa orang tua untuk terlibat di pendidikan anak dan guru juga punya kesadaran baru bahwa orang tua adalah mitra pendukung pendidikan anak. “Orang tua sadar dirinya harus belajar jadi guru di rumah,” jelasnya. Anak-anak diharapkan bisa menjadi duta siswa yang tangguh terhadap Covid-19.

Itu salah satu praktik positif PTM terbatas yang dilakukan di PAUD,” ujar Katman. Ia menjelaskan, bahwa Presiden Jokowi memberikan contoh praktik baik dalam melaksanakan PTM terbatas, dimana satuan pendidikan dapat mengatur satu kelas hanya diisi 25 persen murid. Kalau semua itu sudah ditempuh, sambung Hera, nanti dilakukannya percobaan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan . Misalnya dengan pemberlakuan pembatasan jumlah murid dengan menerapkan jarak antar bangku siswa.

Anak rindu sekolah tatap muka

MESKI tak lagi menjabat wakil presiden, Muhammad Jusuf Kalla tetap sibuk dengan berbagai kegiatan. Ia belum lama ini melawat ke Vatikan untuk bertemu dengan pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus. Sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia dan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Kalla juga sering berkeliling Indonesia untuk mengunjungi markas dan pengurus wilayah kedua organisasi itu.

Comments are closed.