Dinkes Diharap Ikut Edukasi Guru Tentang Pentingnya Vaksin

Dinkes Diharap Ikut Edukasi Guru Tentang Pentingnya Vaksin

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan prioritas vaksin virus corona akan diberikan kepada guru jenjang Pendidikan Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar . Kemudian pembelajaran tatap muka dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat menerapkan jaga jarak 1,5 meter. Prioritas vaksin guru yang diberikan kepada tenaga pendidik di tingkat sekolah dasar, disebut Fahriza, menjadi salah satu alasan. Hal itu dikarenakan pemerintah tengah mengupayakan pembukaan pembelajaran tatap muka untuk seluruh sekolah dasar. Tahapan vaksinasi untuk tenaga pengajar baru akan dilakukan setelah penyuntikan vaksin bagi pelayan publik tersebut selesai. Diharapkan vaksinasi bagi guru dan tenaga pengajar bisa selesai sebelum pelaksanaan belajar tatap muka nantinya.

Vaksin bagi guru

Nah, terkait vaksinasi, dari 5,6 juta guru dan tenaga pendidik, baru 1,5 juta orang yang sudah divaksin. Kemendikbudristek dan satgas Covid-19 harus bekerja keras dan cepat dalam melakukan vaksin sebelum Juli. Lebih lanjut Dr. Yaswardi menjelaskan, “vaksinasi diberikan bagi seluruh PTK dari setiap jenjang di satuan pendidikan negeri dan swasta, baik formal maupun non-formal, termasuk pendidikan keagamaan di bawah binaan Kementerian Agama”. Basis pemberian vaksinasi kepada PTK adalah information dari Kemendikbud dan Kementerian Agama . Sementara untuk jadwal vaksinasi akan diinformasikan oleh Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Kantor Wilayah Kemenag masing-masing daerah. PTK yang terdaftar cukup membawa identitas diri dan yang tidak terdaftar dapat menyertakan surat pernyataan dari pimpinan satuan pendidikan ke lokasi vaksinasi.

Jakarta – Guru dan tenaga kependidikan menjadi salah satu sasaran penerima vaksinasi tahap kedua. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan tujuan dari vaksinasi guru dan PTK adalah untuk melindungi siswa saat kegiatan belajar mengajar tatap muka dimulai. Presiden Jokowi menyatakan bahwa guru merupakan salah satu kelompok prioritas penerima vaksin untuk menjamin kelancaran kegiatan belajar selama pandemi. “Tenaga pendidik dan kependidikan, guru, ini kita berikan prioritas agar nanti di awal semester kedua pendidikan tatap muka bisa kita mulai lakukan,” kata Jokowi.

Vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan ditargetkan selesai pada Juni 2021. “Data Dapodik sekarang ini cukup baik. Untuk vaksinasi kepada guru, saya rasa cukup baik bila mengambil data dari Dapodik, karena cukup jelas dan rinci jumlah guru setiap sekolah di Pesawaran,” ujarnya, Senin, 1 Maret 2021. “Tolong sekali para pemerintah di daerah segera melakukan tatap muka karena kita tidak mau anak-anak lebih tertinggal lagi,” ujarnya. Oleh karena itu, karena guru yang akan divaksin ini prosedurnya berbasis pendataan maka Kemendikbud dan Kementerian Agama harus menyiapkan information dan prosedur vaksinasi Covid-19 yang jelas,” tuturnya.

Sedangkan jika diklasifikasikan berdasarkan usia tenaga pendidik, Fahriza menyebut penolakan vaksinasi pada umumnya justru terjadi paling banyak pada usia muda. Efek samping vaksinasi hingga bagus atau tidaknya produk vaksin yang digunakan pemerintah menjadi alasan lain yang mendasari para guru menolak divaksin. Meski demikian, Sonny mengungkapkan bahwa dirinya sepakat dengan yang telah disampaikan oleh Jumari terkait dengan percepatan vaksinasi COVID-19 terhadap pendidik dan tenaga kependidikan sebelum tahun ajaran baru. Jika tidak dilakukan percepatan, maka dapat dipastikan vaksinasi akan selesai di bulan Agustus 2021. Sejatinya, vaksinasi Covid-19 untuk guru, sebagian sudah dilaksanakan kabupaten/kota. Untuk jumlah lansia, guru, dan pelaku pariwisata sendiri totalnya 10-12ribu orang,” ujar Pembajun.

Untuk itu, Pemerintah Kota Tangsel melalui Dinas Kesehatan kini telah menyediakan sejumlah lokasi vaksinasi yang dapat dinikmati oleh para guru. Seperti halnya Puskesmas di seluruh wilayah Tangsel, dan sentra vaksinasi. Hasilnya, sejumlah penolakan masih terjadi, khususnya yang paling tinggi berasal dari guru tingkat SMA/sederajat. Bahkan menurut Sonny, cakupan vaksinasi COVID-19 masih terkonsentrasi di beberapa daerah tertentu.

Vaksin untuk guru saat ini kita ambil 20 persen dari jumlah yang ada,” terang dia. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan kuota free of charge untuk guru dan siswa, berbagai kalanganpun juga turut membantu permasalahan tersebut. Hal ini mengingat amanat dari Surat Keputusan Bersama 4 Togel Online Terpercaya Menteri yang diteken baru-baru ini tekait Pembelajaran Tatap Muka secara terbatas, mewajibkan sekolah memberikan opsi PTM setelah semua gurunya divaksin.

Dinas Kesehatan Samarinda dan Dinas Pendidikan Samarinda juga telah diminta untuk menuntaskan vaksinasi bagi tenaga pendidik yang menjadi syarat mutlak PTM. Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan dosen, guru diprioritaskan untuk menerima vaksin pertama. “Intinya menunggu arahan dari pemerintah pusat dan kondisi pandemi di Kukar,” tutup Martina. Menurut Sunggono, seharusnya pembelajaran secara daring bisa menjadi media anak dan orang tua untuk menjalin komunikasi yang lebih intens dibanding hari biasa. Dan orang tua juga bisa melihat bagaimana anak secara langsung diajari oleh guru melalui telepon pintar, orang tua pun juga bisa ikut terlibat untuk mengawasi anaknya dalam pembelajaran yang dilakukan secara daring.

Comments are closed.